Recent Posts

Golden Sunrise Sikunir, Hadiah Terindah Usai Perjuangan

7/21/2026
Yaheline

Ada momen yang mengajarkan kami bahwa keindahan selalu meminta sebuah perjuangan. Itulah yang kami rasakan saat memutuskan mendaki Bukit Sikunir, Dieng, pada dini hari. Dalam udara pegunungan yang menusuk dan langkah yang semakin berat, saya, my sweety, serta dua putra remaja kami, Raffi dan Fathan, saling menyemangati. Perjalanan ini bukan sekadar mengejar matahari terbit, tetapi juga merawat kebersamaan keluarga melalui pengalaman yang tak terlupakan.

Terima kasih Tuhan atas pagi yang menawan, atas keluarga dan cinta dalam perjalanan.   

Sesampainya di puncak, kami memilih duduk berdampingan sambil mengatur napas yang masih tersisa. Perlahan, langit timur berubah warna. Cahaya jingga mulai memancar, lalu menjelma menjadi semburat keemasan yang membelai cakrawala. Inilah Golden Sunrise Sikunir yang begitu masyhur. Di hadapan kami terbentang lautan awan yang dramatis, seolah menjadi samudra putih yang memeluk pegunungan. Dari kejauhan tampak siluet Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, hingga Merapi berdiri megah, menghadirkan panorama yang membuat kami terdiam dalam rasa syukur.
 

Keheningan magis itu perlahan mencair saat kedua putra remajaku mulai sibuk bersiap. Selain ponsel di saku, mereka ternyata sudah tidak sabar untuk mengeluarkan kamera kesayangan masing-masing; Raffi dengan kamera DSLR Canon-nya, sementara Fathan memegang kamera mirrorless Sony andalannya. Bunyi klik rana kamera bergantian memecah kesunyian puncak saat mereka berburu sudut terbaik untuk selfie dan mengabadikan lanskap spektakuler di depan mata.
 
Yaheline

Tak lama, my sweety ikut bergabung, merangkul kedua jagoan kami dalam sebuah wefie keluarga yang hangat. Di bawah siraman cahaya keemasan Sikunir, senyum bahagia terpancar jelas di wajah mereka, terekam sempurna dalam lensa-lensa kamera yang akan selalu mengenang perjalanan ini.


Di balik keseruan mereka berfoto, ada kedewasaan yang menyeruak. Saya memandang wajah Raffi dan Fathan yang begitu menikmati setiap detik pemandangan itu. Sesekali kami berbincang tentang bagaimana alam selalu mengajarkan kesabaran. Tidak ada jalan pintas untuk menikmati hadiah terbaik; setiap langkah mendaki, setiap rasa lelah, menjadi bagian dari cerita yang justru membuat pemandangan ini terasa jauh lebih berharga.
 
Perjalanan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal Dieng lebih dekat. Kami belajar bahwa kawasan pegunungan ini bukan hanya menawarkan lanskap yang memukau, tetapi juga menyimpan warisan budaya, tradisi masyarakat dataran tinggi, serta kearifan lokal yang hidup berdampingan dengan alam. Kami semakin memahami bahwa menjaga keindahan alam berarti menghormati kehidupan masyarakat yang telah merawatnya selama bergenerasi.

Baca juga: Swiss-Belhotel International Kuta, Basecamp Nyaman Kami di Bali 

Saat matahari semakin tinggi, kami sadar bahwa yang kami bawa pulang bukan hanya foto-foto indah, melainkan kenangan tentang kerja sama, rasa syukur, dan pelajaran hidup. Golden Sunrise Sikunir telah menghadiahkan lebih dari sekadar panorama. Ia mengingatkan kami bahwa kebahagiaan keluarga sering kali lahir dari langkah-langkah kecil yang ditempuh bersama, dari lelah yang dipikul bersama, lalu dirayakan bersama ketika alam membuka tirainya dengan cahaya keemasan yang begitu sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar