Belajar membuat aplikasi Android sekarang bukan cuma milik anak IT di kampus. Anak muda pun sudah bisa mulai dari sekarang. Salah satu bahasa pemrograman yang lagi naik daun untuk bikin aplikasi Android adalah Kotlin. Bahasa ini sering disebut sebagai “partner resminya Android” karena dipakai langsung di Android Studio. Buat kamu yang penasaran dunia aplikasi, Kotlin bisa jadi pintu masuk yang seru dan menantang.
Belajar teknologi bukan soal seberapa cepat kamu jago, tapi seberapa berani kamu mulai dan terus mencoba.Kotlin pertama kali dikembangkan oleh JetBrains dan diperkenalkan ke publik pada tahun 2011. Awalnya, Kotlin dibuat untuk mengatasi berbagai kerumitan yang sering ditemui pada Java. Tonggak pentingnya terjadi pada tahun 2017, saat Google resmi mengumumkan Kotlin sebagai bahasa yang didukung penuh untuk pengembangan Android. Sejak itu, Kotlin makin populer dan banyak dipakai developer di seluruh dunia, termasuk oleh pemula.
Salah satu kelebihan Kotlin adalah sintaksnya yang lebih ringkas dan mudah dibaca. Dengan kode yang lebih pendek, kamu bisa mengurangi risiko error dan lebih fokus ke logika aplikasi. Kotlin juga punya fitur null safety yang membantu mencegah bug akibat data kosong, masalah klasik yang sering bikin aplikasi crash. Selain itu, Kotlin bisa berjalan berdampingan dengan Java, jadi kalau nanti harus baca kode Java, kamu nggak akan kaget.
Namun, Kotlin juga punya kekurangan. Untuk pemula yang benar-benar baru di dunia pemrograman, beberapa konsep Kotlin seperti lambda dan coroutines bisa terasa membingungkan di awal. Waktu build aplikasi juga kadang lebih lama dibanding Java, terutama di perangkat dengan spesifikasi rendah. Tapi tenang, semua itu bisa diatasi dengan latihan dan jam terbang.
Belajar Kotlin itu bukan cuma soal ngoding, tapi juga soal melatih cara berpikir logis dan kreatif. Menurut Dmitry Jemerov, salah satu pencipta Kotlin, bahasa ini dirancang agar developer bisa fokus pada ide dan solusi, bukan terjebak kerumitan teknis. Pendapat ini dijelaskan dalam buku “Kotlin in Action” karya Dmitry Jemerov dan Svetlana Isakova, yang menegaskan bahwa Kotlin cocok untuk pengembang modern, termasuk anak muda yang ingin membangun aplikasi Android dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar