Ada satu hal yang membuat hati seorang ayah diam-diam bangga ketika melihat putranya mulai berani peduli pada persoalan di sekitarnya. Bukan karena ia berdiri di barisan paling depan, bukan pula karena suaranya terdengar paling keras. Kebanggaan itu tumbuh ketika seorang anak mulai memiliki keberanian untuk bertanya, berpikir, dan merasa bahwa kehidupan orang lain juga layak diperjuangkan.
Aku melihat riak itu dalam dirimu, Nak.
Kau menginginkan dunia yang lebih adil. Kau ingin menyuarakan mereka yang tertekan dan tak terdengar. Ketahuilah, nilai-nilai itu bukan sesuatu yang ingin Papah hentikan. Justru sejak dulu, Papah selalu berharap kau tumbuh menjadi lelaki yang tidak hanya hidup untuk memikirkan dirinya sendiri.
Namun, ada satu kompas yang ingin selalu kubekalkan bersamamu: melangkahlah dengan ilmu.
Keberanian itu penting, tetapi ia akan jauh lebih bermakna ketika ditemani oleh pengetahuan. Jangan mudah terbawa riuh suasana. Jangan biarkan emosi orang lain mengambil alih kemudi pikiranmu.
Keberanian sejati tidak lahir dari suara yang paling keras, melainkan dari pikiran yang paling jernih.Sebelum bertindak, pahami dulu persoalannya. Dengarkan berbagai sisi secara adil, lalu bedakan mana fakta dan mana yang sekadar opini. Sebab membela sesuatu yang benar membutuhkan lebih dari sekadar keberanian; ia membutuhkan akal sehat dan tanggung jawab. Bukankah bersikap kritis tidak harus selalu berarti melawan, dan menjadi berani tidak harus diwujudkan dengan kebencian?
Baca juga: Saat Aku Belajar Melepaskanmu
Nak, Papah sama sekali tidak berniat memadamkan idealismemu. Papah hanya ingin memastikan agar idealisme itu tidak membuatmu kehilangan arah.
Kau datang ke kampus dengan membawa sejuta cita-cita. Jangan sampai kesibukanmu menyuarakan perubahan di luar, membuatmu lupa untuk belajar dan menyiapkan masa depanmu sendiri. Karena kelak, ilmu yang kau miliki hari ini yang akan membuat suaramu semakin bernilai di masa depan. Dengan ilmu, kau tidak hanya mampu menunjuk bahwa sesuatu itu salah, tetapi juga mampu menawarkan jalan keluar yang masuk akal.
Baca juga: Menjadi Wi-Fi Kebaikan di Dunia Nyata
Melangkahlah sejauh yang ingin kau tempuh.
Papah mungkin tidak bisa selalu berdiri di sampingmu, tetapi doa dan rasa bangga ini akan selalu menyertai setiap jengkal langkahmu.
Karena menjadi lelaki sejati bukan tentang seberapa lantang suaramu terdengar, melainkan tentang seberapa kuat ilmumu, seberapa jernih pikiranmu, dan seberapa tulus hatimu ketika mengamalkan keduanya.
Dan apa pun jalan yang kelak kau pilih, satu hal yang pasti:
Papah bangga padamu. Selamanya begitu. 💕
Melangkahlah sejauh yang ingin kau tempuh.
Papah mungkin tidak bisa selalu berdiri di sampingmu, tetapi doa dan rasa bangga ini akan selalu menyertai setiap jengkal langkahmu.
Karena menjadi lelaki sejati bukan tentang seberapa lantang suaramu terdengar, melainkan tentang seberapa kuat ilmumu, seberapa jernih pikiranmu, dan seberapa tulus hatimu ketika mengamalkan keduanya.
Dan apa pun jalan yang kelak kau pilih, satu hal yang pasti:
Papah bangga padamu. Selamanya begitu. 💕
P.S. (Catatan
Kecil Papah):
Di tengah semua kesibukan kuliah dan aktivitasmu di Bandung, tolong jangan abai
dengan badanmu sendiri ya, Nak. Jaga kesehatan, jangan sering telat
makan, dan istirahat yang cukup. Sehebat apa pun perjuanganmu, tubuhmu adalah
modal utamanya.
Take care, jagoan Papah. 🍲🥦

Tidak ada komentar:
Posting Komentar